Martabak Sayur

Hari kedua Ramadhan 1436 H.

Mama telah membeli segala bahan yang diperlukan untuk disulap menjadi hidangan berbuka puasa. Hari itu, kami membuat martabak sayur sebagai ta’jil untuk berbuka puasa. Jika biasanya saya membuat martabak tahu, ini adalah kali pertama terlibat langsung dalam pembuatan martabak sayur. Hehe, itu saya sendiri yang menamainya, tanpa tanya sana-sini. Yaahh kalau martabak tahu kan isinya tahu, maka martabak buatan saya ini disebut martabak sayur saja lah, karena berisi potongan sayuran 😀 Well, seperti biasa resepnya saya tulis di sini. Semoga bisa bermanfaat bagi saya dan orang lain – jika berkenan membaca – 🙂

Bahan

  1. Kulit martabak
  2. Sayuran sebagai isi. Saya memakai wortel, daun bawang, toge dan kol
  3. Telur 1 butir
  4. Garam
  5. Lada halus
  6. Minyak untuk menumis dan menggoreng
photo0859

kulit martabak

photo0858

sayuran isi martabak

  Cara Membuat

Continue reading

Advertisements

Nastar Perdanaku

Di mata saya, nastar tampak bagai kue wajib pada tiap hari raya Idul Fitri. Bagaimana tidak? Hampir setiap rumah yang saya kunjungi saat lebaran memajang kue tersebut di meja tamu. Namun sejujurnya selama ini saya pribadi kurang menyukai kue nastar karena tekstur kue yang sering saya temui cenderung keras sehingga membuat tenggorokan agar seret bila memakannya dalam jumlah banyak. Maka dari itu, saya jarang membeli kue tersebut dan menghidangkannya untuk tamu. Tidak pernah terbayang pula akan sengaja membuat kue nastar untuk keluarga (hehe, ini antara memang belum tau cara, belum bisa dan malas mencoba membuatnya).

Namun beberapa hari lalu suami memberi tahu bahwa ibu mertua akan membuat kue nastar setelah bertahun-tahun tak pernah membuatnya. Oke saya pun berniat dan berencana membantu ibu. Pada obrolan awal dengan ibu sebelum mulai membuat kue, saya baru tahu bahwa ternyata suami yang minta ibu untuk membuat nastar sembari mengajari saya membuatnya. Ya, tujuan utamanya agar saya bisa belajar membuat nastar, karena suami termasuk pada golongan yang menganggap nastar adalah kue wajib saat lebaran. Hueheheee, mantep bener dah aahh strateginya suamiku ini.

Alhasil, kami -saya, suami, ibu dan ayah- membuat kue nastar. Hasilnyaaa…luaaarr biasaaa bedanya, bentuknya tak seperti nastar pada umunya, ada yang besar dan kecil pula. Namun soal rasaaa, jangan ditanyaaa…lebih lembut daripada nastar-nastar yang pernah saya coba sebelumnya. Sekali coba pun saya jadi mulai menyukai nastar, hehe. Nah resepnya -ala ibu mertua- saya tulis di sini, biar bisa nyontek kalau lupa saat lain waktu ingin membuatnya lagi 🙂

Continue reading

Tumis Sawi Sosis

Yuhuuu… Kemarin saya sempat membuat menu sederhana, yakni Tumis Sawi Sosis. Selain rasanya yang enak (menurut saya pribadi hehe) juga karena kandungan gizi yang cukup baik, karena bahan utamanya adalah sayuran hijau, salah satunya daun caisin (baca: cesin) yang dipercaya dapat menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk, berfungsi sebagai penyembuh sakit kepala dan mampu bekerja sebagai pembersih darah (Sahabat Petani, 2011). Singkatnya, mari kita simak cara membuat Tumis Sawi Sosis berikut ini. Continue reading

Mendoan

Nah, kali ini saya akan posting resep makanan sederhana khas kampung halaman saya – Purwokerto – yakni MENDOAN. Yap, makanan ini sudah tidak asing di telinga kita, bahkan sudah bisa ditemukan di banyak daerah lain selain daerah asalnya. Selain karena cara membuatnya yang mudah, rasanya pun enak, apalagi jika dinikmati dalam keadaan hangat plus pakai lombok atau cabe rawit. Muantaaapp lah pokok’e! 😀 Continue reading